Demi Kepulihan Indonesia

0
90

Oleh : Amara Rusyda Hartono

Saat ini dunia sedang diguncangkan dengan sebuah pandemi yaitu, adanya virus Corona/Covid-19. Corona adalah virus yang berasal dari Wuhan (China) yang akhir-akhir ini menimbulkan dampak negatif di berbagai bidang di seluruh dunia. Salah satu negara yang terkena dampaknya adalah negara kita, Indonesia. Awal datangnya virus corona di Indonesia hanya terdapat 2 kasus yang berasal dari Kota Depok, Jawa Barat sekitar bulan Februari 2020. Kasus ini bermula saat seorang Warga Negara Asing (WNA) datang ke Indonesia dan berkunjung ke sebuah club di Jakarta.  WNA ini diduga berdansa dengan salah seorang wanita asal Depok. Pasca peristiwa tersebut, wanita ini mengeluh batuk dan agak panas kemudian periksa ke dokter. Pada awalnya ia tidak didiagnosis corona dan akhirnya ia diperbolehkan pulang dan dirawat oleh ibunya secara intensif di rumah. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik malah ibunya ikut terkena virus tersebut.

Pandemi ini sangat mendunia, sehingga menyebabkan beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, sudah mulai memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Hingga saat ini, sebanyak 267.000 kasus positif corona, sebanyak 196.000 pasien sembuh, dan sebanyak 10.218 yang meninggal dunia.

Kasus corona membuat kecemasan di seluruh dunia. Tidak hanya Indonesia, negara yang terpapar virus ini, banyak sekali mengalami kerugian. Salah satunya dalam bidang ekonomi, penurunan ekonomi yang sangat drastis, membuat banyak perusahaan yang harus memberhentikan pekerjanya. Tidak hanya perusahaan, restoran, supermarket, minimarket, dan mall juga terpaksa memberhentikan para pekerja. Karena sedikitnya pengunjung, pemasukan menurun sehingga mereka tidak bisa menggaji karyawan dalam jumlah banyak.

Pemerintah dirasa kurang maksimal dalam penangan kasus ini. Ada begitu banyak polemik yang timbul dalam menangani kasus penyebaran virus corona ini. Sejauh ini saya berusaha berpikir positif, mungkin karena virus ini datang secara sangat tiba-tiba dan tidak diduga. Di samping itu, banyaknya kasus positif yang kian hari semakin bertambah. Namun, semakin saya berpikir positif, semakin ada saja kesalahan atau kegagalan yang dilakukan DPR RI. Berikut adalah beberapa kegagalan DPR RI dalam penangan kasus corona :

1. Fungsi Legislasi

Parlemen saat ini terlihat lebih fokus melakukan fungsi legislasi yang membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang menjadi kontroversi di masyarakat, yang memicu masyarakat mau turun tangan untuk berdemo pada tanggal 30 April 2020. Seharusnya fungsi legislasi bisa lebih mengetahui mana yang seharusnya bisa lebih diprioritaskan.

2. Fungsi Anggaran

Sebagai fungsinya dalam membuat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), parlemen mendorong pemerintah untuk memperbanyak anggaran khusus untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, pengadaan APD dirasa masih kurang yang seharusnya disebar secara merata kepada seluruh tenaga medis, karena tidak sedikit tenaga medis yang sudah terpapar virus tersebut. Menyikapi masalah tersebut, DPR seharusnya bisa mendesak pemerintah untuk memberi insentif bagi perusahaan yang memproduksi APD agar semakin cepat tersalurkan ke seluruh tenaga medis yang ada di Indonesia.

3. Fungsi Pengawasan

Dilihat dari fungsinya, fungsi pengawasan ini masih kurang dalam mengawasi sistem penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sistem yang seharusnya bertujuan untuk menekan angka penyebaran virus corona, sistem ini dirasa masih kurang efektif, karena masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Di samping itu, tidak semua kota di Indonesia menerapkan sistem PSBB, sehingga dampak dari sistem iniseperti tidak ada sama sekali.

Selain itu, pemerintah juga berencana memberi kartu prakerja yang manfaatnya sendiri adalah, uang sebesar Rp600.000 selama 3 bulan. Seharusnya fungsi pengawasan lebih bisa mengawasi kepada siapa kartu prakerja ini dimiliki. Karena sampai saat ini, banyak masyarakat yang dirasa lebih membutuhkan dalam masa pandemi seperti ini yang belum mendapatkan kartu prakerja ini.

       Jika diperhatikan, mengapa virus corona ini berkembang secara cepat pada awal datangnya virus ini, itu dikarenakan pemerintah yang kurang ketat dalam penjagaan kedatangan luar negeri. Seharusnya mereka diberikan persyaratan khusus sebelum masuk ke dalam negeri, misalnya mereka membawa surat yang berisi keterangan bahwa mereka non-reaktif atau negatif virus corona.

Dilihat dari pendapat yang saya utarakan diatas, seperti saya menuai banyak komentar kebencian tentang DPR RI. Namun, saya sebagai warga negara Indonesia tentu tidak ingin negara ini semakin rumit keadaannya. Terlebih lagi yang menjadi penyebab kerumitan itu berasal dari dalam negara itu sendiri. Dalam hal ini, pihak yang bersalah tentunya bukan murni DPR RI, melainkan seluruh warga negara Indonesia.

       Seandainya saya menjadi bagian dari DPR RI, saya tidak akan menjanjikan banyak hal manis. Saya akan menyampaikan hal-hal yang memang akan benar terealisasikan kedepannya, terlebih tentang bagaimana kita harus menghindari terjadinya rantai penyebaran virus corona di lingkungan kita saat ini. Berikut adalah beberapa hal yang ingin saya realisasikan demi menuju DPR RI yang lebih modern dan maju serta bertanggung jawab atas wabah yang sedang terjadi :

1. Edukasi Tentang Apa Itu Virus Corona

Menurut saya hal ini sangatlah penting. Sebagian masyarakat Indonesia menyepelekan wabah ini dikarenakan mereka belum mengetahui betul, tentang apa itu virus corona serta bagaimana cara mereka untuk menghindari virus tersebut. Jika ditinjau dari berbagai media, memang tak sedikit dari media tersebut yang menjelaskan bahkan selalu mengupdate berapa banyak dari kasus positif hingga kasus meninggal pada setiap harinya. Namun sangat disayangkan, tidak sedikit pula masyarakat Indonesia yang memang tidak sanggup untuk memiliki atau mencapai media tersebut. Lalu bagaimana cara kita untuk mengedukasi masyarakat kelas bawah? Yang pertama adalah dengan adanya sosialisasi berkala, sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi kepada masyarakat kalangan bawah, tentang langkah apa saja yang harus mereka lakukan dan bagaimana cara melakukan hal tersebut. Mengapa dinamakan sosialisasi berkala? Karena sosialisasi ini tentunya akan dilakukan secara bergantian demi mematuhi protokol kesehatan. Target peserta yang dapat mengikuti sosialisasi ini adalah orang tua dan remaja.

2. Menggalang Dana Sosial

Penggalangan dana ini bisa kita lakukan secara online, karena dalam masa pandemi ini kita harus menjadi pemuda yang bisa memanfaatkan segala situasi. Salah satu caranya adalah dengan penggalangan online, hasil penggalangan dana ini bisa kita berikan dalam bentuk makanan dan uang yang bisa kita salurkan kepada yang lebih membutuhkan.

       Saya akhiri, semua manusia tentunya boleh bermimpi. Namun semua itu hanyalah menjadi mimpi, yang apabila tidak ada perjuangan di dalamnya maka tidak akan bisa tergapai. Untuk itu mari bersama-sama kita sembuhkan negeri kita tercinta agar lebih maju!

Depok, 29 September 2020

Referensi

https://www.google.com/search?safe=strict&sxsrf=ALeKk01rbV1l7HvXfWAk3G6BxIcTd6TPlw%3A1601101645718&ei=Td9uX7uqK7HYz7sP1oKl8AY&q=virus+corona&oq=virus+corona&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIFCAAQywEyBQgAEMsBMgUIABDLATIFCAAQywEyBQgAEMsBMgUIABCRAjIFCAAQkQIyBQgAEMsBMgUIABDLATIFCAAQywE6BwgjEOoCECc6BAgjECc6BQgAELEDOgIIADoICAAQsQMQgwE6BQguELEDOggIABCxAxCRAjoKCAAQsQMQFBCHAlCovQpYjNAKYJ7RCmgBcAB4AoAB6gOIAdEQkgEJMS4zLjEuMC4zmAEAoAEBqgEHZ3dzLXdperABCsABAQ&sclient=psy-ab&ved=0ahUKEwj7hN62mIbsAhUx7HMBHVZBCW4Q4dUDCA0&uact=5

https://nasional.kompas.com/read/2020/03/03/06314981/fakta-lengkap-kasus-pertama-virus-corona-di-indonesia?page=all

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5e9d931d5e7f8/mendorong-peran-pengawasan-dpr-saat-pandemi-covid-19?page=2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here